HUBUNGAN POLA AKTIFITAS SEKSUAL DENGAN JUMLAH KASUS ABORTUS PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1

  • Anggi Meryani Indiyanti STIKes Bhakti Al-Qodiri
  • Sunanto STIKes Bhakti Al-Qodiri
  • Iis Hanifah STIKes Bhakti Al-Qodiri
Keywords: Kata kunci: Pola Aktifitas Seksual, Jumlah Abortus Pada ibu hamil trimester 1

Abstract

Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, salah satunya kebutuhan akan seksualitas yang dapat mengoptimalkan kualitas hidup. Tujuan dari seks bagi pasangan adalah untuk mempererat hubungan, menciptakan kehangatan dan kemesraan, serta mengekspresikan cinta dan kepuasan. Studi ini bertujuan guna mengaanlisa hubungan pola aktifitas seksual dengan jumlah kasus abortus pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Studi ini termasuk studi kuantitatif yang didesain secara korelasional menggunakan pendekatan studi deskriptif retropektif. Data ini di ambil dari data kuesioner dan rekam medik yang berkunjung di puskesmas leces pada tahun 2020 sampai 2021 dengan jumlah populasi 30 ibu abortus, sampel yang di teliti sebanyak 30 responden dan di ambil dengan cara total sampling. Pengumpulan data meliputi coding, editing, tabulating, lalu data dianalisis secara manual dan computer dengan chi-square test, Hasil uji statistik dengan uji chi-square di nyatakan bahwasanya pola aktifitas seksual Sebagian besar aktif yaitu sejumlah 19 orang (63,3%) dan abortus Sebagian besar Abortus Inkomplit yaitu sejumlah 15 orang (50%), hasil Analisa uji regresi logistic terdapat hubungan antara pola aktifitas seksual dengan jumlah kasus abortus trimester 1 dengan nilai p value 0,000 (p˂0,05). Hasil yang diperoleh x2 melebihi nilai p sehingga dapat di simpulkan terdapat hubungan pola aktifitas seksual dengan jumlah kasus abortus pada ibu hamil trimester 1 di Puskesmas Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Hasil studi dapat menjadi tambahan informasi bagi puskesmas leces bahwa masih tingginya angka kejadian abortus sehingga disarankan poli kebidanan terutama pada bidan, untuk lebih mengoptimalkan program Kesehatan masyarakat seperti penyuluhan dan pendeteksian dini atas kehamilan yang berisiko, serta berpartisipasi dalam kegiatan peminimalisiran kejadian abortus dan pelaksanaan program keluarga berencana.

Published
2023-03-17
Section
Articles